Parenting · Uncategorized

Ikhlash Menjadi Orang Tua

  • Menjadi tua, itu pasti, namun menjadi orang tua????….
  • Anak hanyalah titipanNYA
  • Tetap berprasangka baik pada TUHAN
  • Didiklah dengan penuh cinta dan harapan kemandirian
  • Pilihlah sekolah yang mengerti kebutuhan belajarnya

 

Kita pasti menjadi tua adanya faktor umur,  namun apakah kita bisa dan mampu menjadi orang tua merupakan tantangan tersendiri yang tentu saja tidaklah mudah.  Menjadi orang tua berarti dipercaya oleh Tuhan untuk memikul tanggung jawab yang berupa titipan yaitu seorang anak yang yang kelak akan dipertanggungjawabkan dihadapanNYA.

Kitapun tidak dapat memilih ketetapan Tuhan untuk mempercayakan seorang anak kepada kita sebagai orang tua, yang ada hanyalah ikhlash menerima ketentuanNYA. Ikhlash bukan perkara mudah dilakukan, namun bentuk kepasrahan dan penerimaan atas kehendak Tuhan dan selalu berprasangka baik atau berpikir positif terhadap takdir yang diberikan

Sebagai orang tua yang penuh kewajiban dan tanggungjawab tentu sudah sadar benar apa yang harus dilakukan terhadap buah hati kita yaitu “bagaimana cara mendidik?” Agar kelak anak memiliki kemampuan dan kemandirian serta memiliki karakter yang baik.

Tempat pendidikan yang pertama dan utama adalah  keluarga, sehingga pola asuh yang baik serta lingkungan yang positif menjadi pondasi anak dalam membentuk karakternya. Setiap keluarga memiliki seni dan cara mendidik yang sesuai dengan kebudayaan, latar belakang, dan norma yang ada. Nah, hal inilah yang menyebabkan standart normal atau tidak normalnya seseorang terbentuk.  Yang artinya jika anak sering bertingkah lebih aktif dari anak lainya, orang tua langsung cemas dan menilai bahwa anaknya hiperaktif, atau kadang anaknya lebih lambat cara memahami sesuatu orang tua sudah cepat menilai bahwa anaknya IQ nya lemah, bahkan perbedaan fisik yang yang cenderung nampak pada anak langsung di nilai bahwa anak kita tidak normal.

Padahal setiap manusia pasti berbeda, dan setiap manusia pastilah memilki kekurangan, karena kesempurnaan hanyalah milik TUHAN semata.  Cobalah untuk menatap mata anak kita yang seakan berkata “terimalah aku apa adanya ayah bunda, karena hanya engkau yang mau dan mampu memahami diriku”.

Untuk itu perlu kami mengingatkan kembali peran orang tua dalam memberikan pendidikan yang sebaik-baiknya bagi putra dan putrinya, ikhlash berarti menerima apa adanya mengenali kelebihan sekaligus kekurangannya. Salah satunya adalah dengan memilih sekolah yang berkwalitas, memahami kebutuhan cara belajar siswanya, dengan memilih sekolah yang tepat serta mempersiapkan masa depan anak agar mampu hidup mandiri mampu merancang masa depannya sendiri dan bersosialisasi dengan masyarakat. Di iringi harapan dan doa yang selalu menyertai agar anak menjadi pandai baik secara Intektual, Emosional, dan Spritualnya.

Setiap anak memiliki kepribadian yang unik, namun bagaimana terbentuknya kepribadian pada anak. Menurut Jhon Luck tentang teori Tabularasa yaitu seorang anak diibaratkan seperti kertas putih yang kosong dan orang tua beserta lingkungan hidupnya yang menorehkan tinta membentuk warna kepribadian, untuk itu perlakuan terhadap anak satu dan lainnya harus berbeda disesuaikan dengan kebutuhan tiap pribadi anak.

Doroty Law dalam bukunya yang berjudul

 

“ DARI LINGKUNGAN HIDUP ANAK BELAJAR”

 

BILA SEORANG ANAK HIDUP DENGAN KECAMAN, DIA AKAN BELAJAR MENGUTUK

BILA DIA HIDUP DALAM PERMUSUHAN, DIA BELAJAR BERKELAHI

BILA DIA HIDUP DALAM KETAKUTAN, DIA BELAJAR MENJADI SEORANG PENAKUT.

BILA DIA HIDUP DALAM TOLERANSI, DIA BELAJAR BERSABAR.

BILA DIA HIDUP DIKASIHANI, DIA BELAJAR MENGASIHANI DIRINYA

BILA DIA HIDUP DALAM KECEMBURUAN , DIA BELAJAR MERASA BERSALAH

BILA DIA HIDUP DIEJEK, DIA BELAJAR MALU.

BILA DIA HIDUP DIPERMALUKAN, DIA BELAJAR TAK YAKIN AKAN DIRINYA

NAMUN…….

BILA DIA HIDUP DENGAN PUJIAN, DIA BELAJAR MENGHARGAI.

BILA DIA HIDUP DENGAN PENERIMAAN, DIA BELAJAR MENYUKAI DIRINYA.

BILA DIA MEMPEROLEH PENGAKUAN, DIA BELAJAR MEMPUNYAI YUJUAN

BILA DIA HIDUP DALAM KEBIJAKSANAAN, DIA BELAJAR MENGHARGAI KEADILAN.

BILA DIA HIDUP DALAM KEJUJURAN, DIA BELAJAR MENGHARGAI KEBENARAN

BILA DIA HIDUP DALAM SUASANA AMAN, DIA BELAJAR AKAN DIRINYA DAN ORANG LAIN.

 

Bagaimana dengan  kepribadian anak anda ?_?……

Dengan terbentuknya kepribadian yang baik maka anak akan bersekolah dengan baik dan berprestasi, serta memiliki kecerdasan yang seimbang baik Intelegensi, Emosional dan Spritual, maka akan tercapai harapan tunas bangsa atau generasi penerus bangsa yang beriman, jujur dan tangguh menghadapi pasar bebas kelak.

Terimakasih

 

 

Tuhan tidak pernah memberikan ujian pada umatnya,

jika tidak ada kemampuan dari umadnya dalam mengatasi ujian tersebut.

Segalanya hanyalah milik Allah semata.

By ; Renny Nirwana Sari, S.Psi, M.Psi

 

Advertisements

One thought on “Ikhlash Menjadi Orang Tua

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s